advanced web statistics Lebih Baik Saya BERHENTI Menggunakan Software BAJAKAN, DOSA! - Reza Nauma - Solusi Komputer & Ponsel

Berlangganan Melalui Email?

Lebih Baik Saya BERHENTI Menggunakan Software BAJAKAN, DOSA!

Baca juga: Pake software bajakan DOSA?
Kalian pengguna software bajakan? Kalian pencuri!
Jangan sampai kita "menabung" dosa, cuma gara-gara hal sepele. (software bajakan)
Sebagai seorang manusia biasa yang memiliki hati nurani, tentu saya juga ingin menggunakan karya orang lain (dalam hal software) secara legal (original) yang pastinya juga 99% halal.

Sudah tak terhitung lagi berapa banyak pengguna software bajakan di negara kita tercinta ini. Tidak sedikit pula pengguna software yang tidak peduli, bahkan “nggak ngerti” bahwa software yang ia manfaatkan tersebut ternyata tidak original/legal.

Selain itu, ada pula pengguna yang terpaksa menggunakan software hasil “membajak", padahal sebenarnya ia tahu bahwa hal tersebut tidak seharusnya ia lakukan sedari awal. (termasuk saya sendiri).

Nah ini yang jadi masalah, keadaan yang memaksa!

Memakai software bajakan itu, sama saja PENCURI (dosa)

“Ahh yang bener, software bajakan kok bikin dosa ini gimana?”
“Cuma hoax kali, artikel nggak mutu nihh!”

Jika kamu memiliki unek-unek (pertanyaan) seperti di atas, maka jawaban yang akan saya berikan nanti “mungkin” akan membuatmu sedikit, tercengang, kaget, gelisah, gundah, perasaan bersalah, dll.

(karna memang hanya sebagian kecil orang yang menyadarinya)

Akan saya jelaskan, jadi begini gan, mas, mbak, dek...

Pada dasarnya, software BAJAKAN itu adalah menggunakan suatu “barang” milik orang lain yang seharusnya “dibeli”, namun yang terjadi malah “tidak dibeli”. (sekedar di ambil, tanpa ijin pada si pemilik)

Mungkin kamu mendapatkannya dari internet, teman, dan lain sebagainya.

Padahal, segala sesuatu yang seharusnya “dibeli”, namun diperoleh dengan cara lain yang “menyimpang” dari aturan (tidak legal), tanpa mendapat ijin dari “pemilik”, tentu hal tersebut sudah bisa di sebut sebagai MENCURI.

Bagi kamu yang belum tau, pemikiran PENCURI itu seperti ini:
“Jika saya tidak mampu membelinya, mengapa tidak saya curi saja!”
Sedangkan pemikiran orang baik yang “paham” itu seperti ini:
“Jika saya tidak mampu membelinya, mending tidak usah pakai saja!”
“Pakai software alternatif, mungkin adalah solusi terbaik”
Nah sekarang sudah jelas, barang yang kamu ambil, gunakan, manfaatkan, dsb TANPA mendapat IJIN dari pemilik asli, maka selamat!!! Berarti kamu yang telah “membajak”, mempunyai mental yang hampir sama seperti “pemikiran pencuri” di luar sana.

Saya tekankan lagi bahwa menggunakan software bajakan itu jelas DOSA!!! Di lihat dari sisi pandang manapun, jawabannya tetap DOSA!!! (udah fix)

Mau pilih yang mana?

Orang baik, ATAU orang jahat?

Alasan saya Ingin berhenti memakai software bajakan...

Bagi pengguna teknologi yang sudah menyadari bahwa penggunaan software bajakan itu tidak baik, ada kalanya mereka ingin berhenti menggunakan software bajakan tersebut.

Walaupun tidak bisa 100% berhenti secara total memakai software bajakan, paling tidak, sedikit demi sedikit saya mencoba untuk mengurangi penggunaan software bajakan dan menggunakan "software alternatif" lain.

Menurut saya itu lebih baik dari pada tidak ada "action" sama sekali atau sekedar berkeinginan saja.

Poin di bawah ini merupakan alasan logis saya mengapa bisa timbul keinginan untuk berhenti menggunakan software bajakan.

1. Menggunakan software bajakan, sama dengan mencuri!

mencuri barang milik orang lain itu tidak boleh, dosa
Mencuri barang milik orang lain - google.com
Kalau di pikir-pikir, menggunakan software bajakan itu sama saja dengan “mencuri”. Mengapa? Sebab, kita telah menggunakan “sesuatu” milik orang lain tanpa persetujuan dari si pemilik.

Nah sekarang pertanyaannya, kalau “sesuatu” yang kita dapat itu hasil mencuri (milik orang lain), apakah “sesuatu” yang kita manfaatkan tersebut pantas kita gunakan?

Dan apakah "sesuatu" yang kita dapatkan dari kegiatan mencuri itu halal?

2. Tidak menghargai karya orang lain...

plagiat software bajakan yang sering di gunakan sehari hari
Hentikan mental seorang plagiat - google.com
Di ibaratkan kita membuat suatu karya, akan tetapi karya yang kita buat dengan susah payah tersebut tidak di hargai orang lain. Atau bahkan karya yang kita buat susah payah tersebut di manfaatkan dengan seenaknya.

Menurut kalian, bagaimanakah rasanya?

~~Short Story~~


Kemarin saya pernah membuat “1 buah” artikel yang saya tulis dengan cukup serius, penuh perasaan, dan tentunya artikel tersebut cukup bagus (menurut saya).

Nah singkat cerita, saya menemukan sebuah blog yang memiliki konten artikel yang cukup “sama” (beberapa kalimat sudah di ubah) dengan konten yang saya buat.

Memang benar pada bagian bawah artikelnya, blogger tersebut sudah mencantumkan sumber referensi yang mengarah ke blog saya.

Namun, sebagai seorang manusia biasa, tetap saja saya merasa “tidak enak hati” dengan blog tersebut. Sebab, walaupun ia sudah mencantumkan “sumber referensi”, saya belum pernah menjawab “boleh / tidak".

(tau-tau sudah jadi artikel milik orang lain)

Tamat...

3. Pak Ustadz bilang, itu tidak boleh...

Saya sarankan kalian untuk bertanya kepada "Pak Ustadz" yang memang betul-betul mengerti dan paham sistem penggunaan software pada dunia teknologi zaman sekarang.

Mengapa? Alasannya agar informasi yang kalian peroleh pun bisa menjawab segala keraguan di dalam benak kalian, terutama dalam hal "Software Bajakan".

Sebagai contoh, kalian bisa melihat dan mendengar jawaban dari "Ustadz DR Khalid Basalamah" mengenai Bagaimana Hukum Penggunaan Software Bajakan di bawah ini.


4. Belum ada... punya pendapat lain?

Sampai saat ini, alasan saya ingin berhenti menggunakan software bajakan, di karenakan 3 poin di atas, yaitu “Menggunakan software bajakan, sama saja mencuri”, “Tidak menghargai karya orang lain” dan "Kata Ustadz DR Khalid Basalamah".

Mungkin dari kalian mempunyai alasan lain yang bisa menambah “Motivasi”, Mengapa kok kita harus berhenti menggunakan software bajakan? Paling tidak kita harus memiliki “keinginan” untuk berhenti.

Jika kalian memiliki alasan lain yang lebih “Logis”, kalian bisa menuliskannya melalui komentar untuk menambah daftar “alasan” nomor 4 tadi...

Jadi, apa alasan kalian ingin berhenti memakai software bajakan?

Apakah membeli software dengan Licenci Resmi itu sebanding dengan apa yang kita dapatkan?

Tapi saya tidak punya uang untuk beli yang Original, gimana?

Kalau memang tidak mampu untuk membelinya, lebih baik tidak usah di gunakan. (gunakan software alternatif lain yang sudah saya sebutkan di atas tadi)

Perlu kamu ketahui, bahwa software bajakan yang kamu gunakan sehari-hari itu banyak jenisnya. Mulai dari aplikasi, game, lagu, video, dll juga bisa saja termasuk “barang bajakan” yang seharusnya di beli.

Apapun yang kamu peroleh dari hasil “membajak”, tentu itu di larang. (kecuali membajak sawah, beda lagi ceritanya)

Waduh, jadi saya harus gimana?

Jadi, solusi terbaiknya adalah...

  • Tidak usah gunakan. (hapus, unninstall, delete)
  • Gunakan alternatif lain. (contoh: aplikasi alternatif office)
  • Cari uang yang banyak, beli yang Original. (recomended)

Main game, nonton film, mendengarkan musik, dll itu semua hanyalah kegiatan yang berseifat untuk “kesenangan peribadi” saja. Kamu tidak akan mati konyol hanya gara-gara tidak melakukan kebiasaan itu lagi.

Biarpun kamu tidak akan bisa menghentikannya secara “total”, karena jika di paksakan, akan terlalu SULIT. Lebih baik kurangi secara bertahap, sambil mencari-cari alternatif lain sebagai pengganti.

Atau, jika uang sudah tidak menjadi masalah bagimu, lebih baik segera gunakanlah yang Original. (harus beli tentunya)

Udah, itu saja. (cukup)

Catatan...

Terima kasih untuk mas "Nugroho Prayogo" yang telah memberikan rekomendasi referensi berupa video "Bagaimana Hukumnya Penggunaan Software Bajakan" tentang penggunaan software bajakan.

Video pada alasan nomor 3 di atas bisa memperkuat alasan kita mengapa harus berusaha berhenti atau mengurangi penggunaan software bajakan.

Kesimpulan...

Kita seharusnya mengapresiasi jeripayah setiap karya orang lain, termasuk dalam hal software. Walaupun, kendala yang paling besar yaitu, harga software cukup mahal bagi sebagian besar orang Indonesia.

Jika memang belum mampu, ya jangan di paksakan. Masih ada jalur alternatif lain, misalnya menggunakan software yg tidak harus bayar, alias GRATIS.

Hal-hal yang berbau GRATISAN sudah saya tuliskan di artikel "anti-mainstream" ini. Kenapa nggak kamu baca aja sekalian?


Sebenarnya masih ada artikel terkait yang lain, selengkapnya lebih baik kamu buka sendiri bagian "Daftar Isi" pada blog ini. Mungkin akan membantumu untuk bisa mendapatkan sebuah "jawaban", mungkin.

Tambahan

Ketika kamu membeli sebuah software, maka yang di beli itu sebenarnya adalah "Lisensi", atau bisa di bilang suatu "Ijin" untuk menggunakan software tersebut.

Sederhananya, yang kamu beli adalah "Lisensi/ijin" untuk menggunakan software... BUKAN software nya!!!

Dan tentu saja, software yang kamu beli itu sebenarnya masih berstatus milik orang lain, yaitu developer. (tidak boleh di otak-atik, KECUALI kalau software itu OpenSource)

Jangan sampai kita "menabung dosa" di dunia, cuma gara2 hal sepele software bajakan

Sekian...

Itulah sedikit ulasan mengenai penggunaan software bajakan yang semakin menjamur, terutama di Indonesia. Semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi kalian yang membacanya.

Sampai jumpa di lain waktu,

Terima kasih
“Tolong bagikan ke teman kamu jika menurutmu ini bermanfaat”

Postingan terkait lainnya:

Kualitas kontenmu itu jauh lebih "Mengagumkan" kalau kamu membuatnya karena NIAT. Berbeda kalau kamu membuatnya karena alasan UANG (rezanauma.com)

81 Komentar

  1. Balasan
    1. trima kasih atas kunjungannya mas Doyok Sinatra... :D

      Hapus
  2. betul gan :D ane juga ingin punya yg Ori tapi yahhh harganya itu :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. btul skli gan... keadaan yang memaksa kita... :D

      Hapus
  3. bener banget gan. tapi ya gimana lagi beli ori ? tidak memadai :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya gan, isi di dalam kantong blm bisa di ajak kompromi nih... :D

      Hapus
  4. Balasan
    1. ok gan, trima kasih untuk kunjungannya... :D

      Hapus
  5. kalo sekedar wacana aja buat apa ? saya udah berhenti pake software tani, sekarang saya pindah ke linux, karena saya gg sanggup beli jadi saya cari yang gratis dan legal pastinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. sip gan...

      memang betul berawal dari sekedar wacana, akan tetapi semoga saja wacana ini bisa memotivasi ke dalam alam bawah sadar agar bisa mengalami "perubahan"... termasuk saya sendiri...

      Hapus
  6. udah berapa banyak ya dosa ane gak kebayang di neraka jadi apaan padahal dari dulu pake versi tani nya

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, bner juga tuh gan... smoga bisa menambah motivasi agar bisa melakukan "perubahan" ya gan... :D

      Hapus
  7. Memakai software original sudah pasti sangat memadai dan dapat update namun itu dia uang yang tidak memadai.hhee

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan mas Asep Ramdan... :D

      Hapus
  8. mantap gan... hargai hasil karya..

    BalasHapus
  9. Anjirrr parahlah gan. ahahahahaaa. berarti ane pencuri :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. keadaan yang memaksa kita gan... :D positive thingking aja...

      Hapus
  10. jgn setengah-setengah klau mau baik, mungkin pak ustadz bisa menasehati www.youtube.com/watch?v=pTkJFkRTm50

    BalasHapus
    Balasan
    1. ok gan, nanti akan saya cek video tersebut...

      Hapus
  11. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  12. hahaha mantap gan, ane pake linux cuma bisa ngasih (y) buat pos ente,,,
    mampir sini jg gan Portink.blogspot.com
    ane tunggu..

    BalasHapus
  13. Waduh judulnya ngeri amat tuwh, wkwk,

    BalasHapus
  14. Setuju banget kalau software bajakan itu sama aja make barang curian!!

    BalasHapus
  15. keadaan yang memaksa gan ,.. hehe .. bahkan beberapa tugas dari sekolah.pun mengharuskan untuk di ketik dan di print jadi ngak memungkinkan pakai notepad yang freeware mau ngak mau pakai office deh ,... hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas Jarvis... bahkan skolah-skolah pun memaksa keadaan untuk berbuat hal tersebut... :D

      Hapus
    2. masih ada WPS office gratis mirip ms office lagi + support linux. saran buat mimin ini kok komentarnya pas sdh di balas ga ada notifikasi ke yang komentar, diperbaki.

      Hapus
    3. wah apa iya mas? :o

      akan coba saya cari problemnya...

      trima kasih sarannya masNugroho Prayogo... :D

      Hapus
  16. gak kuat ama harganya gan. jd pke bajakan deh...

    BalasHapus
  17. Hidup itu pilihan Dan begitu juga dengan aplikasi original ato bajakan ..... Sebenarnya ad beberapa alternatif koq utk mendapatkan aplikasi original secara gratis seperti sharewareonsale.com giveawayoftheday.com , ikut kuis, ikutan forum freebies, trus amati diskon diskon pada saat sale karena harga aplikasi ori ga bgt mahal jika kita bisa menyiasati waktu yg tepat....yaitu sale sale .
    Windows ori juga ga mahal toh kita tinggal beli serial number di toko penjual cdkey paling harga antara 250-500 RB . Yang penting klo dah ad niat baik cobalah menabung, nanti bgt masuk mencukupi tinggal beli sesuai dengan kebutuhan jangan maunya pengen semua karena ga bakalan bisa muat tuh hardisk klo d install semua....lum lagi bagi waktu dengan tugas Dan kerjaan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. btul sekali mas Soepangkat Legiuner...

      Hapus
  18. Ane mikirnya kalo ane yg bikin software itu, pasti rugi besar :3

    BalasHapus
  19. rugi di awal"...kalo udah kaya mah ruginya gak terasa gan... :D

    BalasHapus
  20. Aduh ane termasuk pencuri tuh :3

    BalasHapus
    Balasan
    1. mencurinya jangan banyak-banyak gan... :D

      sedikit saja, kalau bisa di kurangi sekalian...

      Hapus
  21. mau ori tpi harganya waooow kkkkkkkk

    BalasHapus
    Balasan
    1. harganya belum cocok di bebrapa kantong rakyat Indonesia...

      Hapus
  22. Satu-Satunya software bajakam yg saya pakeadalah idm. Ada sih yg gratisan seperti orbit. Tapi udah biasa make idm, jadi ubtuk sementara make itu terus sampai punya uang buat beli licensi aslinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. wah, hampir sama dengan saya mas...

      software downloader "IDM" emng sulit untuk tergantikan...

      Hapus
  23. Ya gimana lagi bang, kalau pake linux susah mau menggunakan apalikasi apa??

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang susah, krna belum terbiasa...

      Hapus
  24. wah bermanfaat sekali,cukup buat nyadari saya.

    BalasHapus
  25. Soalnya ada dan disiapkan itu loh mas makanya banyak yang pakai software bajakan. Mau beli uang juga tidak sepadan. Alhasil ya cari jalan yang bisa ditempuh. Tetapi menurut saya memang salah. Apa-apa kalau itu mencuri berarti kan dosa. Ya balik lagi saja sama qt sebagai warga Indonesia yang pas-pasan. Kartu kredit tidak punya. Mau beli produk asli ya jelas tidak mampu. Banyak mudhorotnya kalau saya jadinya. Hee bener gag gan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. btul sekali Bos...

      segala sesuatu yang di dapat dengan cara buruk, pasti hasilnya pun juga akan sama buruknya...

      Hapus
  26. Pake yang ori sih bisa bisa aja gan, namun balik lagi ke kantong, heheh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. btul bgnt gan...

      oleh krna itu "kantong"nya harus di persiapkan dahulu biar "siap"...

      Hapus
  27. Ane jd intropeksi diri gan.thanks

    BalasHapus
  28. yang jadi masalahnya kita gapunya duit buat beli yang ori

    BalasHapus
    Balasan
    1. btul mas.

      itulah masalah utamanya... "duit"

      Hapus
  29. Memang iya sih dan sekali lagi antara budget dg harga software atau os aslinya. Pertama kali beli asli itu pas beli laptop juga os win 7 home edition itupun harga laptopnya yg semula 4 jutaan karena dibanderol sama os asli jd 6 jutaan. Memang kelebihannya support terus kalau ada update. Ada aplikasi yg memang disediakan sama os itu. Tentunya dapat antivirus nya asli dari Windows. Dulu pernah download aplikasi yg memang gratis tp kegunaannya sama kaya yg berbayar misal kalau setara Corel ya saya pakai GIMP. Meski tentu saja bingung dalam penggunaanya dan fitur yg tersedia

    BalasHapus
    Balasan
    1. btul bnget mas...

      harganya blm brsahabat dgn kantong rakyat indonesia...

      Hapus
  30. hahaha kadang pake yang bajakan sih soalnya kalo yang ORI dompet nangis nangis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. jangan sampai orang yg punya dompet jadi ikut nangis ya gan.... :D

      Hapus
  31. Ya jg, klo misalkan ak bikin software terus d bajak semua, ak gk jdi dpt duit deh..., rugi deh...

    BalasHapus
  32. bikin tobat aja artinya...

    kunjungi baliknya.
    di Androidberjudul.blogspot.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. smoga semua (saya juga) bisa cepat tobat...

      Hapus
  33. Judulnya gak pake hati nurani.. Langsung asal nuduh pencuri.. Oke memang banyak yg pake bajakan karena alasan ekonomi atau karena harga ori mahal.. Tapi untuk mengatakan mereka pencuri itu sungguh sangat arogan bgt.. Saya pengguna software bajakan dan saya mendapat lisensi legal secara gratis dari pihak pembuat software tersebut karena saya terus terang menceritakan kondisi ekonomi saya. Dan mereka dengan rendah hati memberikan lisensi secara gratis.. Dan parahnya mereka lebih memahami daripada judul artikel anda yg mengatakan bahwa semua pengguna bajakan adalah pencuri.. Mikir

    BalasHapus
    Balasan
    1. sederhananya kan gini gan,

      "orang yg menggunakan/mengambil barang/sesuatu milik orang lain tanpa persetujuan dari si pemilik" itu kan sudah termasuk "melanggar" kan gan?

      Misal nih ya, agan menggunakan sesuatu milik orang lain tanpa ijin/persetujuan terlebih dahulu dari si pemilik tersebut, dan kemudian agan dengan PDnya "menolak" untuk di katakan sebagai maling/pencuri/mengambil karya org lain & beranggapan bahwa diri ini "tidak bersalah", bukankah hal tersebut justru mlh mmperlihatkan arogan & ego yg sesungguhnya??? :/ (pengguna bajakan)

      dlm hal ini jelas sekali kita (pengguna bajakan) lah yg "bersalah". Bela diri memang boleh, tp klo sudah jelas "salah", mau gimana lagi? (tetap salah & harus di hentikan)

      justru saya memiliki pendapat seperti ini (artikel di atas) di karenakn saya "mikir" gan...

      memang sprti itulah pendapat/opini dari saya. (pastilah ada yg tidak spendapat)

      Btw, maksud agan "mereka lebih memahami dari pada judul artikel anda" itu mksudnya siapa ya gan? si develop atau pengguna bajakan? (kalo mau jwb)

      Hapus
  34. Njirrr..jaman sekarang kan susah lepas dari software...kerja windows ms office...ms office buat ngetik skrpsi skripsi buat dapat ijazah ijazahnya buat cari kerja...ijazah dan pekerjaannya juga ikut haram ???

    BalasHapus
    Balasan
    1. susah lepas dari software? Solusinya ya BELI software nya secara LEGAL lah gan...

      agan kan udah di beri sebuah pilihan, Beli (legal) atau Bajakan (ilegal)...

      pilihan ada di tanganmu...

      trgntung diri masing2 yg mau pilih jalur yg mana...

      (jalur baik / jalur jahat)

      Hapus
  35. Haram mungkin klo jualan softwarenya...kalo kita jual desain yg kita buat sendiri gimana ?

    Kurang lebih mirip dengan kita nyogok buat masuk kerja...apa gaji yg kita terima dari hasil kerja keluar kringat kita sendiri juga ikut haram ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Jualan softwarenya (bajakan), HARAM, betul...

      2. Jual desain hasil dari software BAJAKAN, tntu hasil yg udah di "UANGKAN" trsebut juga HARAM lah gan...

      seumpama msih dalam tingkat "belajar", mungkin msih bisa di toleransi...

      tp klo udah dalam dunia kerja/perusahaan (menghasilkan uang), itu memang HARUS ORI...

      kmungkinan besar hasilnya "Tidak Berkah"...

      Hapus
  36. Mendengarkan lagu nonton film bajakan juga haram dong ????

    BalasHapus
  37. Ngefoto copy buku, juga haram ?? bajakan juga...beli make hp onderdil motor radio bajakan juga haram ??

    BalasHapus
    Balasan
    1. 1. Gak semua Buku itu di larang untuk di SALIN/Sebar luaskan... (ada bberapa buku yg mmperbolehkan, tnpa mnyalahi aturan Hak Cipta)

      2. hp, onderdirl motor, radio BAJAKAN, jjur saya kurang mngerti mksud agan...

      intinya jika proses mendapatkannya itu "menyimpang" dari aturan, ya haram... (Ilegal)

      Hapus
  38. ngerasa salah sih pas download yang bajakan, tapi mau gimana lagi dana tidak memadai

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo udah trbiasa "enak", pas mau brhenti emang susah gan...

      Hapus
  39. Satu lagi, saya tambahin, Gunakan Trial, trial Photoshop 30 hari, udah 30 hari uninstall, terus trial 30 hari lagi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. SOLUSI bagi yg nggk bisa lepas dari Photoshop 👍

      Hapus
  40. Apakah ada solusi bagi teknisi komputer seperti saya? Bayangkan, laptop atau pc yang masuk ke tempat saya sering secara berkala rusak software windowsnya. Hal ini sebagian besar membutuhkan instalasi ulang. Apakah harus berhenti kerja di bidang ini? Atau tetap diteruskan dengan alasan software itu mahal untuk masyarakat kita secara umum, tetapi sangat dibutuhkan sehingga dibolehkan sekedar hajat. Dalam hal ini saya teringat hadits tentang seorang sahabiyah yang dibolehkan Rasulullah mengambil harta suaminya karena suaminya pelit. Meski mungkin tidak dapat diqiyaskan dengan kasus software bajakan ini tetapi sebagian kecilnya dapat kita analisa lagi

    BalasHapus

Jika ada pertanyaan mengenai artikel di atas, silahkan tuliskan melalui kolom komentar. Kualitas komentarmu menandakan seberapa cerdas dirimu. Jadi, berikanlah komentar yang berkualitas sekaligus bermanfaat bagi yang lain.

Dan terima kasih pula pada kalian yang telah meluangkan waktunya untuk berkomentar dengan baik. Komentar kalian tersebut sangat saya apresiasi.