advanced web statistics Juli 2018

Berlangganan Melalui Email...?

Tencent Gaming Buddy: Gagal Memulai Emulator, Coba Lagi Nanti

Tencent Gaming Buddy / PUBG Mobile / Gagal Memulai Emulator
Tencent Gaming Buddy / PUBG Mobile / Gagal Memulai Emulator
Entah kenapa sekitar 10 menit yang lalu ketika hendak membuka PUBG Mobile, yang terjadi malah muncul pesan error:
Gagal memulai emulator.
Emulator tidak ditutup dengan benar sebelumnya.
Mulai ulang emulator atau komputer dan coba lagi nanti.
Padahal sebelumnya (pagi jam 8) masih berjalan normal, dan sekarang malah error. (jam 9 malam)

Sekilas info...

Tencent Gaming Buddy: masih error
Tencent Gaming Buddy: masih error
Artikel ini sebenarnya hanya ingin ngasih info aja, bahwa sejauh ini belum ada hal yang bisa saya lakukan!

Masih bingung!

Tencent Gaming Buddy: masih error
Tencent Gaming Buddy: masih error
Restart PC pun belum saya coba. (kmungkinan gak ngaruh, alias masih error)

UPDATE: 1 Agustus 2018

Saat ini sudah saya temukan sebuah cara "sederhana" dalam mengatasi PUBG Mobile: Gagal Memulai Emulator, Coba Lagi Nanti. Silahkan buka artikelnya!!!
Artikel gak terlalu PENTING, gak perlu di SHARE

3 Cara AMPUH Mengatasi Windows 10 tidak Bisa Shutdown / Restart

Windows 10 tidak Bisa Shutdown & Restart? Begini Caranya!
Windows 10 tidak Bisa Shutdown & Restart? Begini Caranya!
Hari ini saya ingin membagikan sebuah tutorial sederhana, yaitu Cara Mengatasi Windows 10 tidak Bisa Shutdown & Restart yang menurut saya cukup AMPUH dan tergolong mudah untuk di coba di PC/Laptop kalian masing-masing.

Penjelasan singkat tentang permasalahannya itu seperti ini,

PC atau bisa juga Laptop, ketika hendak melakukan perintah shutdown/restart terkadang ia TIDAK MAU. Jadi yang tertampil di layar monitor ya cuma loading muter-muter khas OS Windows 10 gitu.

Kira-kira tampilannya seperti di bawah...
proses restart cuma muter-muter di Windows 10
proses restart cuma muter-muter di Windows 10
Sedangkan untuk proses Shutdown ya hampir sama (cuma muter-muter), perbedaannya hanya terletak di tulisan "Shutdown" saja.

Cara mengatasi Windows 10 tidak bisa shutdown/restart

Kejadian tidak bisa restart/shutdown ini pernah saya alami sendiri ketika menggunakan Windows 10 Pro pada build "Creator Update"  yang kala itu baru saja rilis. (April 2017)

Dan menurut perkiraan sementara, kemungkinan besar hal ini di sebabkan oleh masalah kompatibilitas antara HARDWARE yang saya gunakan, dengan SOFTWARE Windows 10 Pro yang tergolong baru. (sedangkan hardware yang saya pakai itu JADUL)

Btw, spesifikasi hardware yang saya maksud JADUL itu seperti ini:

  • AMD E2-2000 APU 1.7Ghz
  • AMD Radeon HD7340
  • RAM 4GB (single)

Mungkin karena hardware JADUL itulah, hingga berdampak pada error/bug tidak bisa shutdown/restart di "sebagian" pengguna PC/Laptop Windows 10.

Nah TAPI...

Yang menjadi masalah KEDUA adalah, beberapa PC/Laptop spek terbaru pun terkadang juga mengalami masalah yang sama. (tidak bisa SHUTDOWN / RESTART) Sebagian dari mereka mungkin masih bingung, dan tidak tau harus ngapain.

Oke, disini akan saya jabarkan "langkah sederhana" yang bisa kamu coba dalam mengatasi Windows 10 tidak Bisa Shutdown & Restart.

Caranya seperti ini:

1. Cara PERTAMA: Nonaktifkan Hybrid Shutdown

Cara yang pertama yaitu dengan men-disable Hybrid Shutdown yang terdapat pada pengaturan/control panel OS Windows. Sebab, beberapa perangkat PC/Laptop mungkin tidak sepenuhnya compatible dengan fitur ini, yang justru malah terjadi konflik/bug/error software.

Oleh karena itu, pilihan terbaiknya adalah disable saja fitur tersebut. (uji coba dulu disable)

Langkah-langkah untuk disable Hybrid Shutdown itu seperti ini:

  • Tekan tombol "Windows", kemudian ketik di keybord "power", klik!
    ketik di keybord "power"
    ketik di keybord "power"
  • Selanjutnya, pilih "Aditional power setting"
    pilih "Aditional power setting"
    pilih "Aditional power setting"
  • Setelah itu, pilih "Choost what the power buttons do"
    pilih "Choost what the power buttons do"
    pilih "Choost what the power buttons do"
  • Lalu, klik dulu "Change settings that are currently unavailable"
    klik dulu "Change settings that are currently unavailable"
    klik dulu "Change settings that are currently unavailable"
  • Hampir selesai, hilangkan/disable checkbox "turn on fast startup".
    hilangkan/disable checkbox "turn on fast startup"
    hilangkan/disable checkbox "turn on fast startup"
  • Terakhir, klik Save Changes!

Fitur Hybrid Shutdown ini biasa disebut juga sebagai Fast StartUp.

2. Cara KEDUA: Modifikasi Registry Editor

Langkah nomor 2 ini tergolong AMPUH dalam mengatasi permasalahan tidak bisa shutdown. (ini hanya menurut pengalaman pribadi, tiap orang mungkin akan berbeda)

Langsung saja, ini dia caranya...

  • Pada tampilan desktop, tekan "Windows + R", kemudian ketik "regedit", OK!
    tekan "Windows + R", kemudian ketik "regedit"
    tekan "Windows + R", kemudian ketik "regedit"
  • Setelah itu akan muncul jendela bernama "Registry Editor", silahkan menuju ke folder HKEY_LOCAL_MACHINE ->> SOFTWARE ->> Microsoft ->> Windows NT ->> CurrentVersion ->> Winlogon
    HKEY_LOCAL_MACHINE ->> SOFTWARE ->> Microsoft ->> Windows NT ->> CurrentVersion ->> Winlogon
    HKEY_LOCAL_MACHINE ->> SOFTWARE ->> Microsoft ->> Windows NT ->> CurrentVersion ->> Winlogon
  • Jika sudah sampai di lokasi folder "Winlogon", maka di bagian KANAN dari Registry akan ada file bernama "PowerdownAfterShutdown".
    "PowerdownAfterShutdown"
    "PowerdownAfterShutdown"
  • Klik 2x file tersebut (PowerdownAfterShutdown), kemudian ubah angka "0" menjadi "1", OK!
    ubah angka "0" menjadi "1"
    ubah angka "0" menjadi "1"
  • Terakhir, coba lakukan restart/shutdown!
    coba lakukan restart/shutdown!
    coba lakukan restart/shutdown!

3. Cara KETIGA: Lakukan Update Software

Untuk poin nomor 3 ini, saya baru menyadarinya ketika selesai melakukan update software pada Windows 10 versi paling baru "saat ini", yaitu pada build 17134.
Windows 10 build 17134
Windows 10 build 17134
Permasalahan tidak bisa shutdown/restart sudah TIDAK PERNAH saya alami lagi ketika Windows 10 yang saya gunakan sudah versi yang paling update.

Jadi SOLUSI untuk poin nomor 3 ini adalah, PASTIKAN OS Windows 10 yang kalian gunakan sudah dalam kondisi PALING BARU / TERUPDATE.
Gunakan fitur Windows Update / pastikan Up to Date
Gunakan fitur Windows Update / pastikan Up to Date
Beda hardware, mungkin akan berbeda juga jalan ceritanya. Sebab, di dunia ini ada banyak sekali tipe & jenis hardware yang tidak serta merta akan mendukung 100% OS Windows 10. (apalagi jika hardware nya itu jadul, seperti milik saya itu: AMD E2-2000)

Tambahan: Lakukan scanning & update antivirus

Gunakan antivirus Windows Defender saja, cukup!
Gunakan antivirus Windows Defender saja, cukup!
Sekedar tambahan, pastikan juga antivirus yang kalian gunakan sudah dalam kondisi data base daftar virus paling baru.

Tujuannya apa?

Ya biar meYAKINkan bahwa keadaan OS Windows yang kalian gunakan itu benar-benar "sehat" 100%, alias tidak ada error akibat serangan virus. Dan gunakan antivirus dari Microsoft, yaitu Windows Defender saja udah cukup kok.

Masih kurang???

Silahkan baca 10 Penyebab & Cara Mengatasi PC/Laptop Terkena Virus.

Catatan...

Ingat, poin-poin yang saya tuliskan di atas merupakan pendapat pribadi dari saya sendiri. Jadi wajar saja jika terdapat hal yang tidak sesuai/sependapat dengan kamu-kamu yang sedang membaca artikel ini.

Sedangkan untuk kamu-kamu yang tidak sengaja kesasar di blog ini, mending JANGAN langsung keluar. Lebih baik liat-liat dulu Daftar Isi dari kumpulan artikel yang telah saya tulis blog sederhana ini.

Bisa jadi, kamu akan menemukan artikel terkait lainnya.

Itu saja sarannya...

Sekian...

Itulah artikel mengenai 3 Cara AMPUH Mengatasi Windows 10 tidak Bisa Shutdown & Restart. Semoga informasi yang saya tuliskan melalui artikel di atas bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

Mohon maaf jika ada salah kata,

Sampai jumpa di lain waktu.

Terima kasih
“Tolong bagikan ke teman kamu jika menurutmu ini bermanfaat”

Cara BARU Menggunakan Inspeksi URL di Google Webmaster 2018

Inspeksi URL di Google Web Master (2018)
Inspeksi URL di Google Web Master (2018)
Tanggal 25 Juli 2018 kemarin, Google baru saja mengeluarkan sebuah fitur baru pada Search Console, atau yang biasa di sebut Google Web Master. Fitur ini hadir dengan nama yang (bagi saya) cukup asing didengar/dilihat, yaitu Inspeksi URL.

Terhitung sejak 2 hari yang lalu, ketika saya ingin melakukan submit artikel di halaman "https://www.google.com/webmasters/tools/submit-url", NAMUN yang terjadi malah muncul tampilan seperti di bawah...
Kotak submit URL sudah tidak ada lagi, alias di HILANGkan.
Kotak submit URL sudah tidak ada lagi, alias di HILANGkan.
Saya yakin PASTI halaman tersebut di gunakan juga oleh sebagian besar para blogger di seluruh Indonesia. Dan ketika fitur ini tiba-tiba "lenyap" ketika di akses, tentu akan membuat sedikit bingung, cemas, bahkan tidak tau mau ngapain. (ngomongin diri sendiri)

Cara BARU Menggunakan Inspeksi URL (2018)

Setelah berselancar kesana-kemari di lautan informasi Google, akhirnya saya menemukan sebuah CARA BARU dalam submit manual di Web Master, yaitu menggunakan fitur Inspeksi URL. (yang sering/biasa di lakukan setelah posting artikel baru di blog)

Ternyata, langkahnya cukup mudah dan hasil yang di tampilkan juga lebih lengkap.

Begini caranya...

  1. Silahkan buka dulu halaman Google Search Console
    Google Search Console
    Tampilan BARU Google Search Console
  2. Klik "Properti" blog mana yang ingin kalian lihat/submit
    Klik "Properti" blog
    Klik "Properti" blog
  3. Pilih bagian "Peta Situs" untuk menambahkan peta "sitemap.xml". (bagi yang sudah ada, langsung lanjut ke nomor 4 saja)
    Pilih bagian "Peta Situs"
    Pilih bagian "Peta Situs"
  4. Jika sudah, lanjut pilih bagian "Inspeksi URL" yang fungsinya untuk SUBMIT sekaligus memantau status index dari tiap alamat artikel yang kalian tulis di sana.
    pilih bagian "Inspeksi URL"
    pilih bagian "Inspeksi URL"
  5. Terakhir, klik KIRIM! (tunggu proses hingga selesai)
    tunggu proses hingga selesai
    tunggu proses hingga selesai

Setelah proses "Mengambil data dari index Google" selesai, maka akan muncul tampilan seperti di bawah:

1. Sudah dikirim & di index (artikel lama)

Sudah dikirim & di index (artikel lama)
Sudah dikirim & di index (artikel lama)

2. Status BELUM di index (artikel baru)

Status BELUM di index (artikel baru)
Status BELUM di index (artikel baru)
Kalau usia blogmu itu tergolong baru, proses index-nya tergolong relatif lama. Akan beda ceritanya jika blog jenis zombie yang memiliki Pagerank yang bagus, ATAU sudah berdiri/dibangun cukup lama.

Kira-kira seperti itu...

Bagaimana, ada pertanyaan?

Silahkan komentar jika ada "sesuatu" yang ingin di sampaikan!

Btw, jika kalian berminat untuk mendapatkan blog zombie GRATIS, silahkan menuju artikel saya yang berjudul Daftar Blog Zombie GRATIS 2018 #1 (PA34 | DA26) (Syarat & Ketentuan berlaku)

Catatan...

Ingat, poin-poin yang saya tuliskan di atas merupakan pendapat pribadi dari saya sendiri. Jadi wajar saja jika terdapat hal yang tidak sesuai/sependapat dengan kamu-kamu yang sedang membaca artikel ini.

Sedangkan untuk kamu-kamu yang tidak sengaja kesasar di blog ini, mending JANGAN langsung keluar. Lebih baik liat-liat dulu Daftar Isi dari kumpulan artikel yang telah saya tulis blog sederhana ini.

Bisa jadi, kamu akan menemukan artikel terkait lainnya.

Itu saja sarannya...

Sumber...

Beberapa informasi yang saya tulis di atas, saya dapatkan dari:


Sekian...

Itulah artikel mengenai Cara BARU Menggunakan Inspeksi URL di Google Web Master (2018). Semoga informasi yang saya tuliskan melalui artikel di atas bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

Mohon maaf jika ada salah kata,

Sampai jumpa di lain waktu.

Terima kasih
“Tolong bagikan ke teman kamu jika menurutmu ini bermanfaat”

Uji Coba Main GTA 5 Setting "Very High" di AMD Ryzen 3 2200G!!!

GTA 5 Setting "Very High" di AMD Ryzen 3 2200G
GTA 5 Setting "Very High" di AMD Ryzen 3 2200G
Artikel ini sebenarnya hanyalah pemberitahuan saja, bahwa beberapa hari yang lalu saya iseng-iseng telah melakukan uji coba menjalankan game sejuta umat, yaitu GTA 5 preset "very high" di sebuah CPU andalan dalam rakitan PC Budget. (R3 2200G)

Spesifikasi lengkapnya akan saya tulis di bawah.

Spesifikasi lengkap...

Biar lebih OKE, akan saya sebutkan tiap part komponen yang saya pakai pada sebuah rakitan PC Budget yang saya gunakan pada Uji Coba GTA 5 setting "very high" tersebut.

1. AMD Ryzen 3 2200G 3.5Ghz

AMD Ryzen 3 2200G
AMD Ryzen 3 2200G
CPU saya beli di Shopee dengan harga kisaran 1,3 jutaan (nyaris 1,4jt).

Awalnya saya agak bimbang dalam memilih CPU antara AMD A8 9600 dengan AMD Ryzen 3 2200G. Karena tujuan paling utama saya dalam merakit PC ini hanyalah untuk nulis artikel, editing video sederhana (720p), dan bisa untuk main GTA V. (cuma itu aja)

Mau pilih AMD A8 9600 dengan harga murah 800rb an, ATAU AMD Ryzen 3 2200G yang harganya lebih mahal 2x lipat. (btw, peforma akan bertambah 2x lipat juga)

Bingung kan jadinya...

Akan tetapi, beberapa saat kemudian terlintas di benak saya bahwa socketnya ternyata sama-sama AM4, hingga akhirnya saya mendapatkan motivasi & alasan yang kuat + masuk akal untuk segera memilih AMD Ryzen 3 2200G saja.

Ohh iya, jauh-jauh hari sebelum itu saya juga kepikiran untuk memakai processor Intel Pentium G4560. Tentunya beserta Graphics Card / VGA nya juga. (Radeon RX 460).

Namun TIDAK JADI, karena saya agak males berurusan dengan yang namanya VGA Card yang menurut saya relatif rentan rusak dibandingkan dengan sebuah CPU / Processor. (hanya opini)

Begitulah kira-kira...

2. ASRock A320M-HDV

ASRock A320M-HDV
ASRock A320M-HDV
Saat-saat memilih motherboard pun sama bingungnya bos... (baru pertama kali)

Mau pilih merk Biostar A320MH ATAU ASRock A320M-HDV. Sebenarnya sama-sama murah. (cuma selisih 30rb an) dan menurut informasi yang saya dapatkan di Review-review internet, keduanya sama-sama bagus untuk sekelas Mobo Low Budget.

Singkat cerita, akhirnya pilihan motherboard jatuh kepada ASRock A320M-HDV. Alasannya, karena ada slot M.2 di sana. (pada Biostar A320MH tidak ada)

3. Team Elite DDR4 2666Mhz (2x4)

Team Elite DDR4 2666Mhz (2x4)
Team Elite DDR4 2666Mhz (2x4)
Kala itu kandidatnya ada V-Gen Tsunami 2666MHz dan Team Elite 2666MHz. Entah apa yang menyebabkan saya memilih Team Elite, jujur saya agak lupa. Mungkin saja, alasannya karena paling murah!!! (sama-sama paket dual channel)

4. HDD Western Digital 1TB

HDD Western Digital 1TB
HDD Western Digital 1TB
Hardisk Western Digital Caviar Blue 1TB...

Bingungnya cuma pemilihan antara "Used", ATAU sekalian yang kondisi "Baru" saja.

Singkat cerita, saya memilih kondisi Baru...

5. PSU Corsair VS450 (450 Watt)

PSU Corsair VS450 (450 Watt)
PSU Corsair VS450 (450 Watt)
Nah ini, cuma bagian Power Supply saja yang saya beli dengan kondisi seken.

Alasannya ya, karena waktu itu nggak sengaja aja nemu PSU bekas + murah yang kata si penjualnya kondisi masih mulus dan terawat seperti baru. (ibaratnya seken, tapi rasa baru, baru buka bungkus)

Jadi ya, begitulah... Corsair VS450 (450 Watt) akhirnya jadi pilihan!!!

Frame Rate GTA 5 "very high"

Langsung aja ya, uji coba GTA5 setting "very high" ada di bawah...


Terkadang ada "missing texture" jika sambil record menggunakan software Bandicam. Frame rate akan meningkat sekitar 20 - 26an fps jika tidak di barengi dengan proses recording gameplay. (setting "very high")

Catatan...

Ingat, poin-poin yang saya tuliskan di atas merupakan pendapat pribadi dari saya sendiri. Jadi wajar saja jika terdapat hal yang tidak sesuai/sependapat dengan kamu-kamu yang sedang membaca artikel ini.

Sedangkan untuk kamu-kamu yang tidak sengaja kesasar di blog ini, mending JANGAN langsung keluar. Lebih baik liat-liat dulu Daftar Isi dari kumpulan artikel yang telah saya tulis blog sederhana ini.

Bisa jadi, kamu akan menemukan artikel terkait lainnya.

Itu saja sarannya...

Sekian...

Itulah artikel mengenai Uji Coba Main GTA 5 Setting "Very High" di AMD Ryzen 3 2200G!!!. Semoga informasi yang saya tuliskan melalui artikel di atas bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

Mohon maaf jika ada salah kata,

Sampai jumpa di lain waktu.

Terima kasih
“Tolong bagikan ke teman kamu jika menurutmu ini bermanfaat”

Cara Mengatasi Flashdisk/Hardisk I/O device error di Windows 10

Memperbaiki flashdisk I/O device error
Flashdisk I/O device error
Suatu permasalahan I/O device error biasanya terjadi pada flashdisk ketika melakukan sebuah perintah baca/tulis ataupun juga copy file. Kejadian ini sebenarnya bukan hanya terjadi pada perangkat flashdisk, namun juga bisa pada Hardisk, DVD, SD Card, dll.

Ciri-cirinya antara lain adalah, misalnya ketika melakukan copy data dari PC/Komputer ke sebuah flashdisk yang bermasalah, maka pada OS akan di tampilkan sebuah pesan error seperti dibawah:
"DiskPart has encountered an error"
"The request could not be performed because of an I/O device error"
Nah untuk pengguna OS Windows, dalam beberapa kasus terkadang akan disertai juga munculnya kode error 0x8007045D atau 2147943517.

Penyebab I/O device error

Sebelum memperbaiki permasalahan ini, tidak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dahulu beberapa hal yang memungkinkan terjadinya I/O device error pada sebuah media penyimpanan. (termasuk flashdisk, hardisk, dll)
Flashdisk tiba-tiba mengalami I/O device error
I/O device error
  • Bisa jadi koneksi antara port USB dengan Flashdisk tidak terhubung dengan sempurna, hingga berakibat pada kesalahan pada sistem OS dalam membaca perangkat luar yang terpasang. (port USB rusak, kualitas kabel buruk, tegangan kurang sesuai, dll)
  • Perangkat Flashdisk/Hardisk (hardware) belum mendukung "mode transfer" yang di gunakan. (incompatible)
  • Flashdisk/Hardisk pernah terjatuh, terbentur, dll hingga mengalami kerusakan fisik.
  • Dan masih banyak lagi kemungkinan lainnya.

Jika saat ini kalian mengalami I/O device error, bisa jadi penyebabnya adalah hal-hal yang saya sebutkan di atas. (sekedar info)

SOLUSI : I/O device error

Nah sekarang sampailah kita pada SOLUSI dalam mengatasi permasalahan Flashdisk/Hardisk yang mengalami I/O device error. Caranya tergolong cukup mudah, jika mau memperhatikan dengan TEPAT & BENAR.

1. Cek koneksi hardware

Silahkan cek kembali koneksi antara storage (FD/HDD) dengan PC/Laptop yang kalian gunakan. Pastikan port USB, kabel USB, dan konektor lainnya memang benar-benar dalam kondisi terbaiknya.

2. Ubah Mode Transfer

Jika mode transfer tidak terkonfigurasi dengan benar, maka OS tidak akan bisa melakukan perintah transfer data. Oleh karena itu, jika memang penyebab permasalahannya dikarenakan hal ini, maka yang harus kamu lakukan adalah mengecek lagi konfigurasi.

Misalnya saja seperti Mode Transfer apa yang di gunakan. (IDE ATA/ATAPI controller)

Lebih detailnya, silahkan kamu lihat saja screenshot artikel dari www.eassos.com
Mengubah mode transfer pada perangkat flashdisk
Mengubah mode transfer pada perangkat flashdisk

3. Coba masuk ke Safe Mode

Solusi selanjutnya, cobalah untuk masuk ke safe mode (OS Windows), kemudian cek apakah drive USB bisa terbaca atau tidak pada Disk Management. Jika drive USB kamu bisa terbaca pada safe mode ini, berarti ada aplikasi pihak ketiga yang menghalangi proses I/O flashdisk.

Silahkan hapus saja aplikasi pihak ketiga yang tidak jelas asal-usulnya.

Caranya dengan membuka "msconfig", arahkan ke "startup", kemudian disable aplikasi startup yang terlihat mencurigakan. Lebih jelasnya, silahkan lihat gambar di bawah.
tekan "Windows + R", kemudian ketik "msconfig", Enter
1. tekan "Windows + R", kemudian ketik "msconfig", Enter

Pilih "startup", kemudian tekan "Open Task Manager"
2. Pilih "startup", kemudian tekan "Open Task Manager"

Disable beberapa aplikasi yang tidak penting / mencurigakan.
Disable beberapa aplikasi yang tidak penting / mencurigakan.

4. Matikan Antivirus

Nah bisa jadi penyebab flashdisk yang mengalami kesalaha I/O (input output) itu dikarenakan terhalang oleh antivirus yang mem-blok perangkat asing (flashdisk) tersebut.

Jika antivirus sudah di matikan/disable, silahkan coba untuk pasang kembali flashdisk.

5. CMD Chkdsk

Bukan terlebih dahulu Command prompt.

Selanjutnya, ketik Chkdsk /R D: (Ganti Tulisan D: dengan lokasi flashdisk yang kamu gunakan, jika lokasinya ada di F:, maka D: diganti dengan F:, sehingga akan menjadi : Chkdsk /R F: ), lalu tekan Enter.

Jika proses checking sudah selesai, restart PC/Laptop kalian.


Tambahan...

Btw, cara ini tidak hanya untuk Windows 10 saja, TAPI berlakuk juga untuk pengguna OS sebelumnya, misalnya seperti Windows XP, 7, dan 8.

Selain itu, menurut pengalaman pribadi saya ketika "bermain" dalam dunia komputer, kejadian I/O device error pada flashdisk umumnya sering terjadi akibat perangkat flashdisk yang pada "dasarnya" memang sudah rusak dan sudah waktunya untuk di ganti.

Kemungkinan terbesar seperti itu... Bisa di bilang, poin-poin yang lain kemunkinannya relatif kecil. (jarang terjadi dalam real life)

Catatan...

Ingat, poin-poin yang saya tuliskan di atas merupakan pendapat pribadi dari saya sendiri. Jadi wajar saja jika terdapat hal yang tidak sesuai/sependapat dengan kamu-kamu yang sedang membaca artikel ini.

Sedangkan untuk kamu-kamu yang tidak sengaja kesasar di blog ini, mending JANGAN langsung keluar. Lebih baik liat-liat dulu Daftar Isi dari kumpulan artikel yang telah saya tulis blog sederhana ini.

Bisa jadi, kamu akan menemukan artikel terkait lainnya.

Itu saja sarannya...

Sekian...

Itulah artikel mengenai Cara Mengatasi Flashdisk/Hardisk I/O device error di Windows 10. Semoga informasi yang saya tuliskan melalui artikel di atas bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

Mohon maaf jika ada salah kata,

Sampai jumpa di lain waktu.

Terima kasih
“Tolong bagikan ke teman kamu jika menurutmu ini bermanfaat”

Arti Penunjuk Arah: Ngalor, Ngidul, Ngetan, Ngulon di Bahasa Jawa

Ngalor, Ngidul, Ngetan, Ngulon dalam Bahasa Jawa
Ngalor, Ngidul, Ngetan, Ngulon dalam Bahasa Jawa...
Bagi yang bukan asli orang jawa, mungkin akan bingung dengan maksud penunjuk arah Ngalor, Ngidul, Ngetan dan Ngulon dari Bahasa Jawa. Bahkan orang asli jawa pun terkadang bingung dengan istilah penunjuk arah ini. (ngomongin diri sendiri)

Oleh karena itu, disini saya akan mencoba menjelaskan secara singkat mengenai pengertian dan maksud dari istilah Ngalor, Ngidul, Ngetan dan Ngulon tersebut.

Arti Petunjuk Arah...

Compass
Compass - pixbay.com
Jika di ubah ke Bahasa Indonesia, artinya itu seperti ini...

  • Istilah Ngalor, berarti Utara
  • Istilah Ngidul, berarti Selatan
  • Istilah Ngetan, berarti Timur
  • Istilah Ngulon, berarti Barat

Kira-kira sepeti itulah arti dari Ngalor, Ngidul, Ngetan dan Ngulon. Jadi mulai sekarang jangan sampai bingung lagi. (lagi-lagi ngomongin diri sendiri)

Catatan...

Ingat, poin-poin yang saya tuliskan di atas merupakan pendapat pribadi dari saya sendiri. Jadi wajar saja jika terdapat hal yang tidak sesuai/sependapat dengan kamu-kamu yang sedang membaca artikel ini.

Sedangkan untuk kamu-kamu yang tidak sengaja kesasar di blog ini, mending JANGAN langsung keluar. Lebih baik liat-liat dulu Daftar Isi dari kumpulan artikel yang telah saya tulis blog sederhana ini.

Bisa jadi, kamu akan menemukan artikel terkait lainnya.

Itu saja sarannya...

Sekian...

Itulah artikel mengenai Arti Penunjuk Arah: Ngalor, Ngidul, Ngetan, Ngulon di Bahasa Jawa. Semoga informasi yang saya tuliskan melalui artikel di atas bisa bermanfaat bagi kalian yang membacanya.

Mohon maaf jika ada salah kata,

Sampai jumpa di lain waktu.

Terima kasih
“Tolong bagikan ke teman kamu jika menurutmu ini bermanfaat”

Download Desain Banner Halal Bihalal PSD dan JPG, GRATIS!!!

Download Desain Banner Halal Bihalal PSD dan JPG
Download Desain Banner Halal Bihalal PSD dan JPG, GRATIS
Ini adalah sebuah file PSD dan JPG dari Banner bertemakan "Halal Bihalal", yang saya buat dengan tergesa-gesa sekalis juga dengan bahan2 seadanya. Btw, file banner ini masih bisa di utak-atik, karena masih ada file PSD di dalamnya yang telah saya compress menggunakan Winrar.

Langsung saja, silahkan di download...

LINK : Google Drive (Full Version)

Pass: www.rezanauma.com